Author : Nirarta Samadhi

HomeArticles Posted by Nirarta Samadhi
Read More
Perkebunan-Teh-Tanah-Bukit

Lawan Pelecehan Negara dengan Kebijakan Satu Peta

Penyanderaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah pelecehan negara yang merendahkan wibawa negara. Adalah wajar jika Menteri Siti Nurbaya marah dan memprioritaskan penyelidikan atas PT APSL sebagai terduga pemrakarsa penyanderaan atas hal-hal perambahan kawasan hutan, pembakaran lahan dan penyanderaan aparat negara.

Read More
Institut-Deliverologi-Indonesia

Sensus Ekonomi: Akurasi Data dan Kebijakan Salah

Dalam pencanangan Sensus Ekonomi 2016 di Istana Negara akhir April lalu, Presiden Joko Widodo, antara lain, menyebutkan bahwa data pangan tidak akurat. Ketidakakuratan data dapat menyebabkan setidaknya kesalahan perencanaan dan alokasi sumber daya pembangunan yang tidak efisien. Situasi ini adalah cerminan dari narasi besar tentang peran kunci data yang berkualitas dalam pembangunan. Data akurat, mutakhir, lengkap, dan terbuka sehingga dapat diakses luas merupakan prasyarat bagi pengelolaan pembangunan yang bermutu dan bagi pelibatan masyarakat dalam pengelolaan pembangunan yang partisipatif.

Read More
Jokowi-di-Hutan-Terbakar

Tata Ruang Indonesia untuk Pembangunan Rendah Karbon

Data pada buku Statistik Kementerian Kehutanan 2013 menunjukkan bahwa sekitar 29,8 juta hektare kawasan hutan sudah tidak lagi memiliki kondisi biofisik hutan atau dalam kondisi terdegradasi. Adapun 15,3 juta hektare lebih kawasan non-hutan berupa hutan produksi konversi (HPK) dan area penggunaan lain (APL) adalah berupa hutan alam yang masih utuh dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Read More
Deforestasi-Hutan-Indonesia

Fakta yang Menggelisahkan Tentang Penggundulan Hutan di Indonesia

Baru-baru ini, Kementerian Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri No. 633/2014, tentang penetapan angka acuan tingkat emisi hutan Indonesia (FREL). Menurut SK tersebut, angka acuan tingkat emisi untuk menghitung pengurangan gas rumah kaca (GRK) di sektor kehutanan di Indonesia adalah 0,816 miliar ton (gigaton – gt). Ketika angka emisi sebenarnya lebih rendah daripada angka acuan tingkat emisi, maka angka emisi tersebut dapat dikatakan berkurang.

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari level angka emisi biasanya hingga 26% secara mandiri atau 41% dengan bantuan asing pada 2021.